“Anda Benar-benar Raja Krakatau…”

Profesor Tukirin Partomihardjo dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengambil sampel dari gundukan yang mengeluarkan uap panas dan gas di lereng Gunung Anak Krakatau, Senin (15/8/2011).

Tukirin Partomihardjo biasanya tinggal di kepulauan gunung api tanpa penduduk itu selama satu atau dua minggu, tetapi pernah juga hingga 45 hari. Pengalaman hidup sempadan maut di Krakatau tak membuatnya kapok. Saat itu, Tukirin dan tiga kru Zebra Film hendak membuat film dokumenter baru saja mendarat di pantai Anak Krakatau ketika tiba-tiba gunung api itu meletus hebat. Bom batuan pijar dan abu mengepung.

Baca lebih lanjut

Iklan

Keindahan yang Berbahaya

Asap solfatara yang keluar dari kawah Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, terkumpul dan membentuk awan kecil di atasnya, Rabu (17/8/2011). Di gunung ini, tim Ekspedisi Cincin Api Kompas memfokuskan eksplorasi mengenai suksesi alam. Gunung Anak Krakatau, pada awal kemunculannya tidak dihuni makhluk hidup, kini menjadi habitat berbagai macam flora dan fauna.

Cemara laut (Casuarina Sp) dan barisan pohon keben (Barringtonia Sp) yang hijau meneduhkan pedalaman Pulau Rakata. Di tepian pantai, hamparan kangkung laut (Ipomoea pes-caprae) menutupi pasir. Tiba-tiba terdengar suara gemerisik, seekor biawak cepat-cepat menyelusup ke balik semak-semak. Kehidupan sedemikian semarak di pulau itu.

Baca lebih lanjut

By ahmad rizal samsi Posted in Fenomena

Bantai Orangutan Izin Pekebunan Sawit Harus Dicabut

Orangutan (Pongo pygmaeus)

Pemerintah agar bertindak tegas dan serius menyelidiki pembantaian orangutan di Kalimantan beberapa waktu lalu. Bentuk ketegasan itu mencabut izin Perkebunan Besar Swasta (PBS) yang terbukti terlibat merencanakan pembantaian orangutan.

“Pemerintah harus tegas. Perkebunan swasta yang terbukti terlibat dalam pembantaian orangutan harus dicabut izinnya,” kata pengamat politik Universitas Indonesia, Prof Iberamsjah, di Palangka Raya, Senin (12/12/2011).

Ia menduga, PBS sedikit banyak terlibat dalam merencakan pembantaian orangutan (Pongo pygmaeus) tersebut, mengingat lokasinya pembantaiannya berada di kawasan perusahaan sendiri.

Baca lebih lanjut

Usaha Terakhir Selamatkan Phobos-Grunt

Wahana luar angkasa Phobos-Grunt milik Rusia

Badan Luar Angkasa Eropa (ESA) akan mencoba dua kali lagi untuk mengontak wahana luar angkasa Phobos-Grunt milik Rusia, hari Selasa (13/12/2011) ini, sebagai usaha terakhir untuk menyelamatkan pesawat yang gagal menempuh perjalanan ke Phobos—salah satu satelit alam Planet Mars, itu.

Kepala kantor ESA di Moskwa, Rusia, Rene Pichel, mengatakan, sebuah stasiun pemantau ESA, Maspalomas, di Gran Canaria, Canary Islands, akan mencoba mengontak wahana luar angkasa tersebut menggunakan antena berdiameter 15 meter miliknya. “Kami akan mencoba dua kali lagi hari Selasa ini atas permintaan pihak Rusia,” tutur Pichel seperti dikutip kantor berita RIA Novosti.

Baca lebih lanjut

Di Antara Semua Gunung Api, Krakatau Terpopuler

Gunung Anak Krakatau lahir kembali dari kedalaman 180 meter, pascaerupsi tahun 1883, dan terus bertambah tinggi hingga saat ini, Perairan Selat Sunda, Rabu (17/8/2011). Gunung di tengah Perairan Selat Sunda di antara Pulau Jawa dan Sumatera ini menarik untuk dicermati, tak hanya dari atas, tapi juga dari bawah permukaan air tempat ia berada.

Gunung Krakatau barangkali merupakan gunung api Indonesia terpopuler di dunia. Bibliografi yang dibuat Brodie dan Kusumadinata pada 1982 mencatat 1.083 karangan telah dibuat terkait letusan Krakatau. Hingga kini, publikasi tentang Krakatau terus berlangsung, terutama karena Anak Krakatau yang tumbuh cepat dan sangat aktif.

Baca lebih lanjut

By ahmad rizal samsi Posted in Umum

Tokek Warna-warni dan Monyet Berjambul Ditemukan di Mekong

Tokek warna-warni yang ditemukan di ulau Hon Khoai, provinsi Ca Mau, Vietnam Selatan

Sejenis tokek warna-warni dan monyet dengan jambul mirip tatanan rambut “Elvis” ditemukan di kawasan Sungai Mekong, Asia Tenggara. Keduanya adalah spesies baru bagi dunia ilmu pengetahuan dan termasuk di antara 208 spesies baru lainnya yang dijumpai dalam ekspedisi yang hasilnya diumumkan hari Senin (12/11/2011).

Hewan-hewan itu ditemukan di daerah yang kaya keanekaragaman hayati, tetapi terancam dengan rusaknya habitat, penebangan hutan, perubahan iklim, dan pembangunan permukiman. Demikian disampaikan organisasi World Wide Fund for Nature (WWF) dalam laporannya.

Baca lebih lanjut

By ahmad rizal samsi Posted in Biologi

Tsunami Krakatau yang Mematikan

Koral atau batu karang yang terhempas dari laut jauh ke daratan dekat mercusuar Anyer, Serang, Banten, Minggu (21/8/2011). Batu karang ini salah satu jejak dahsyatnya tsunami letusan Gunung Krakatau 1883.

Letusan Krakatau menelan korban jiwa lebih dari 36.000 orang dan menghancurkan pesisir Lampung dan barat Jawa. Kengerian itu terutama ditimbulkan oleh tsunami yang terjadi menyusul letusan ini.

Begitu hebatnya tsunami saat itu hingga mengubah lanskap pesisir barat Jawa, seperti Anyer dan Carita. Jejak tsunami ini bisa dilihat dari sebaran bongkahan terumbu karang di pesisir Banten dengan diameter 0,5 meter-5 meter. Terumbu karang itu terbongkar dari laut dan terangkat oleh tsunami. Salah satu batu karang terbesar yang ditemukan memiliki berat 600 ton yang hingga kini terdapat di halaman hotel di dekat mercusuar Anyer.

Baca lebih lanjut

Spesies Baru Ikan Pelangi dari Raja Ampat

Spesies baru ikan pelangi ditemukan oleh tim riset bersama Indonesia dan Perancis. Dideskripsi dengan nama ilmiah Melanotaenia salawati, diyakini sebagai spesies endemik dari pulau Salawati, salah satu pulau besar dari gugusan kepulauan Raja Ampat. Sebagai bagian dari ekoregion Kepala Burung Papua, kawasan ini dikenal sebagai pusat keanekaragaman ikan pelangi dengan tingkat endemisitas tertinggi di ekozona Australasia. Ikan pelangi Salawati adalah spesies ke-19 yang ditemukan oleh para ilmuwan sejak beberapa dekade terakhir.

Tim ilmuwan Indonesia dan Perancis menemukan spesies baru ikan Pelangi di Pulau Salawati, salah satu wilayah kepulauan Raja Ampat. Spesies tersebut diberi nama Melanotaenia salawati, merupakan spesies ke 19 yang ditemukan lewat eksplorasi biodiversitas di kawasan ekoregion Kepala Burung Papua, dimana Raja Ampat masuk di dalamnya. Penemuan dipublikasikan di “International Journal of Ichtyology Cybium yang terbit bulan ini.

Baca lebih lanjut

By ahmad rizal samsi Posted in Biologi

Yuk, Tonton Hujan Meteor Geminid

Hujan Meteor Geminids

Hujan meteor Geminid yang dimulai 7-17 Desember 2011 akan memuncak Selasa (13/12/2011) malam hingga Rabu dini hari. Yuk, tonton hujan meteor bersama-sama, alias melihatnya ramai-ramai.

Bagaimana cara melihatnya? Pertama-tama, cari tempat yang terbaik. Syaratnya adalah lapang dan minim bangunan yang menghalangi pandangan. Kedua, relatif bebas dari polusi cahaya. Contoh, wilayah pantai.

Baca lebih lanjut

Patung Kuno Berusia 6000 Tahun Ditemukan di Perancis

Patung Lady of Villers-Carbonnel

Patung Dewi berusia 6000 tahun ditemukan di Perancis bagian utara. Patung itu disebut ‘Lady of Villers-Carbonnel’ dan diduga berkaitan dengan pemujaan pada Dewi Kesuburan.

Menurut arkeolog yang menemukan patung tersebut, patung itu memiliki tinggi sekitar 20 sentimeter dan terbuat dari tanah liat. Jika dilihat sekilas, patung merepresentasikan wanita bertubuh gemuk dan pendek.

Baca lebih lanjut