Keindahan yang Berbahaya

Asap solfatara yang keluar dari kawah Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, terkumpul dan membentuk awan kecil di atasnya, Rabu (17/8/2011). Di gunung ini, tim Ekspedisi Cincin Api Kompas memfokuskan eksplorasi mengenai suksesi alam. Gunung Anak Krakatau, pada awal kemunculannya tidak dihuni makhluk hidup, kini menjadi habitat berbagai macam flora dan fauna.

Cemara laut (Casuarina Sp) dan barisan pohon keben (Barringtonia Sp) yang hijau meneduhkan pedalaman Pulau Rakata. Di tepian pantai, hamparan kangkung laut (Ipomoea pes-caprae) menutupi pasir. Tiba-tiba terdengar suara gemerisik, seekor biawak cepat-cepat menyelusup ke balik semak-semak. Kehidupan sedemikian semarak di pulau itu.

Baca lebih lanjut

Iklan
By ahmad rizal samsi Posted in Fenomena

Galaksi “Monster” Bayangi Gerhana Bulan

Saat gerhana bulan total, bulan tetap tampak namun berwarna kemerahan.

Sabtu (10/12/2011) malam, gerhana bulan total akan terjadi. Gerhana ini bisa dinikmati di seluruh wilayah Indonesia dengan totalitas selama 50 menit.

Gerhana besok bisa jadi terkesan menyeramkan sebab bulan yang berwarna merah bak darah akan dibayangi oleh galaksi “monster”. Galaksi itu tak lain adalah galaksi tempat Bulan, Bumi, dan Matahari bernaung.

Baca lebih lanjut

By ahmad rizal samsi Posted in Fenomena